Tutup
ads 1280x400 pewarta network banner display
Khazanah

4 Amalan Penting Nabi Muhammad SAW di 10 Hari Terakhir Ramadhan

95
×

4 Amalan Penting Nabi Muhammad SAW di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Amalan Penting 10 Malam Terakhir Ramadhan
Ilustrasi diedit menggunakan Canva.com

KalimantanKini.Com, Khazanah – Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, Rasulullah SAW sangat berdedikasi dan sungguh-sungguh dalam beribadah selama sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.

Bahkan, kesungguhan beliau pada malam-malam tersebut melebihi kesungguhan beliau di malam-malam lainnya. Hadis ini tercatat dalam HR. Muslim.

Pada hari-hari terakhir Ramadan, banyak umat Islam berusaha meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Malam-malam tersebut dianggap istimewa dan penuh berkah.

Oleh karena itu, kita juga dianjurkan untuk beribadah dengan sungguh-sungguh dan memperbanyak amalan baik selama periode ini.

Penjelasan Hadits

Menurut artikel yang dikutip dari laman kemenag.co.id, Rabu (13/05/2020) dijelaskan mengenai keutamaan semangat Nabi Muhammad SAW beribadah ketika memasuki 10 hari terakhir Ramadhan. Kesungguhan Beliau beribadah di 10 hari terakhir Ramadan melebihi kesungguhan beribadah di waktu selainnya.

Dari hadits diatas kita dapat melihat bagaimana sosok Rasulullah sebagai manusia yang paling giat dalam meraih ridha` Allah SWT dengan bersungguh-sungguh memanfaatkan waktu-waktu penuh keutamaan dengan meningkatkan kualitas ketaatan, beribadah, bertaqarrub, beri’tikaf, dan mengajak anggota keluarga untuk beribadah.

Kalimat “bersungguh-sungguh (beribadah) pada sepuluh hari terakhir” menunjukkan anjuran untuk tidak kendor dalam beribadah di akhir Ramadhan sebagaimana fakta di masyarakat.

Kesungguhan Rasulullah di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Hadits ini menunjukkan keistiqamahan Nabi Muhammad SAW dalam giat beribadah sepanjang Ramadan. Semua hari di bulan Ramadan sangat istimewa dan semua muslim disarankan untuk melakukan ibadah dengan baik.

Akan tetapi, 10 (sepuluh) hari terakhir Ramadhan sangat istimewa dibanding hari sebelumnya. Ada banyak keutamaan di sepertiga bulan terakhir itu sehingga Rasulullah pun mengencangkan ibadahnya.

Setidaknya, kesungguhan Beliau ini disebabkan beberapa faktor, antara lain:

  • Pertama, sepuluh hari terakhir merupakan penutup bulan Ramadhan yang penuh berkah. Dan setiap amalan manusia dinilai dari amalan penutupnya.
  • Kedua, 10 malam terakhir adalah malam-malam yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW.
  • Ketiga, kerinduan akan keindahan lailatul qadar atau malam kemuliaan yang keutamaan beribadahnya melebihi beribadah sepanjang 1000 bulan.
  • Keempat, beliau memberikan contoh kepada umatnya agar tidak terlena dalam kesibukan mempersiapkan kebutuhan hari raya sehingga melupakan keutamaan beribadah di 10 hari terakhir.

Amalan Penting Nabi Muhammad SAW

Dalam hadits diatas terdapat kalimat “melebihi kesungguhan beribadah di selain (malam) tersebut”, ini merupakan bentuk anjuran dan keteladanan Rasulullah SAW dalam memotivasi umatnya untuk menambah giat beribadah di 10 hari terakhir Ramadhan.

Berikut ini merupakan bentuk amalan penting yang dilakukan Baginda Rasulullah di 10 hari terakhir Ramadhan, antara lain:

1. Memperpanjang Shalat Malam

Pada 10 malam terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW tidak tidur, lambung beliau dan para sahabat amat jauh dari tempat tidur. Beliau menghidupkan malam-malam tersebut untuk beribadah, shalat, zikir, dan lain-lain hingga waktu fajar.

Kebiasaan beribadah di 10 malam terakhir Ramadhan ditularkan kepada seluruh anggota keluarga beliau untuk sama-sama menikmati kesyahduan beribadah sepanjang malam. Sebagaimana penuturan Aisyah RA,

“Rasulullah SAW biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau kencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

2. Memperbanyak Sedekah

Meningkatkan sedekah menjadi salah satu amalan utama di 10 hari terakhir Ramadhan sebagai ungkapan syukur atas nikmat dipertemukan dengan bulan penuh berkah ini, serta sebagai penyempurna ibadah puasa dan ibadah-ibadah individu lainnya.

Karena tidaklah sempurna keimanan dan kualitas ibadah seseorang kecuali jika adanya keseimbangan antara ibadah ritual dan ibadah sosial.

Sebagaimana firman Allah SWT, “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (Qs. As-Sajdah: 16).

Bersedekah di 10 hari terakhir Ramadhan tidak hanya diterjemahkan dengan sedekah wajib berupa zakat fitrah dan zakal mal, tetapi juga dianjurkan memperbanyak sedekah sunnah dalam rangka berbagi kebahagiaan dan memberikan bekal makanan di hari raya Idul Fitri bagi dhuafa.

Bersedekah dapat berbentuk harta, pangan, pakaian, paket sedekah untuk yatim dan dhuafa, dan lain sebagainya.

3. I’tikaf

I’tikaf berarti berdiam di masjid dalam rangka beribadah kepada Allah SWT. Tidaklah seseorang keluar dari masjid, kecuali untuk memenuhi hajatnya sebagai manusia.

I’tikaf memiliki kekhususan tempat dan aktivitas yaitu masjid dengan aktivitas ibadah mendekatkan diri kepada Allah dengan berdzikir, berdo’a, membaca Al-Quran, shalat sunnah, bershalawat, bertaubat, beristigfar, dan lainnya.

I’tikaf dianjurkan setiap waktu, tetapi lebih ditekankan memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan sebagaimana penuturan Abdullah bin Umar RA,

Rasulullah SAW beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. (HR. Muttafaq ‘alaih)

4. Tilawah Al Qur’an

Meningkatkan membaca Al-Qur’an menjadi salah satu ibadah utama di 10 hari terakhir Ramadhan. Tidak sedikit umat Islam yang larut dalam tilawah Al-Qur’an sepanjang malam baik di masjid maupun di rumah.

Tilawah Al-Qur’an adalah ibadah ringan dan memiliki keutamaan yang besar. Tradisi mengejar khataman Al-Qur’an di akhir Ramadhan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi pribadi muslim, khususnya mereka yang setiap hari bergulat dengan aktivitas pekerjaan.

Minimal satu kali khatam Al-Qur’an di bulan Ramadhan adalah satu target yang realistis. Apapun bentuk motivasinya, tilawah Al-Qur’an harus lebih digiatkan di 10 hari terakhir Ramadhan.

Itulah beberapa amalan penting di 10 hari terakhir bulan Ramadan. Marilah kita manfaatkan, karena detik-detik 10 malam terakhir amatlah mahal, janganlah dimurahkan dengan kelalaian.

Mari kita giatkan beribadah baik di masjid maupun di rumah, dan sisipkanlah doa dalam munajatmu untuk bangsa Indonesia agar dimudahkan dan diberi keberkahan dalam menjalankan amanah. Aamiin (DW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!