Tutup
ads 1280x400 pewarta network banner display
Nasional

Ekstrakulikuler Pramuka Dihapus, Ini Penjelasan dari Nadiem Makarim

21
×

Ekstrakulikuler Pramuka Dihapus, Ini Penjelasan dari Nadiem Makarim

Sebarkan artikel ini
Presiden saat menghadiri Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-57, di Lapangan Gajahmada, Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta (Sumber: Setkab.go.id)

KalimantanKini.com, Nasional – Melalui Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, Nadiem mencabut kegiatan Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib di sekolah.

Menurut sosok yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI ini, kegiatan Pramuka ditempatkan sebagai kegiatan yang dapat dipilih dan diikuti sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat peserta didik.

Tidak Lagi Menjadi Kegiatan Wajib

Dalam Pasal 34 Bab V Bagian Ketentuan Penutup Permendikbudristek 12/2024 menyatakan:

“Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku: h. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.” Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah

File dokumen diatas dapat diunduh melalui link https://jdih.kemdikbud.go.id/detail_peraturan?main=3380.

Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah ditetapkan di Jakarta pada 25 Maret 2024 dan mulai berlaku pada tanggal diundangkan yaitu 26 Maret 2024.

Menganulir Permendikbud Sebelumnya

Dengan berlakunya peraturan ini, maka status Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 Tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah secara otomatis teranulir.

Yang dimaksud dengan Ekstrakurikuler adalah kegiatan yang memuat kompetensi, muatan pembelajaran, dan beban belajar serta ditujukan untuk mengembangkan minat dan bakat peserta didik.

Adapun pengembangan ekstrakurikuler mengacu pada komponen, jenis dan format kegiatan, prinsip pengembangan, mekanisme, evaluasi, daya dukung, dan pihak yang terlibat.

Sementara itu, fungsi ekstrakurikuler pada satuan pendidikan memuat fungsi pengembangan, sosial, rekreatif, dan persiapan karier.

Jenis Ekstrakulikuler Menurut Permendikbudristek Terbaru

Mengutip dari laman CNNIndonesia.com, Minggu (31/03/2024), jenis ekstrakulikuler yang termuat Permendikbudristek 12/2024, antara lain:

  1. Krida, misalnya: Kepramukaan, Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS), Palang Merah Remaja (PMR), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), dan lainnya;
  2. Karya Ilmiah, misalnya: Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian, dan lainnya;
  3. Latihan Olah-Bakat atau Latihan Olah-Minat, misalnya: pengembangan bakat olahraga, seni dan budaya, pecinta alam, jurnalistik, teater, teknologi informasi dan komunikasi, rekayasa, dan lainnya;
  4. Keagamaan, misalnya: pesantren kilat, ceramah keagamaan, baca tulis Al-Quran, retret; atau;
  5. Bentuk kegiatan lainnya.

Ekstrakurikuler dapat diselenggarakan dalam berbagai format sebagai berikut.

  1. Individual, yakni ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh peserta didik secara perorangan.
  2. Kelompok, yakni ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh kelompok-kelompok peserta didik.
  3. Klasikal, yakni ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh peserta didik dalam 1 (satu) rombongan belajar.
  4. Gabungan, yakni ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh peserta didik antar rombongan belajar.
  5. Lapangan, yakni ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar sekolah atau kegiatan lapangan.

Sampai saat ini, berbagai macam komentar pro kontra pun berseliweran di media sosial. Beberapa pihak seperti Partai Politik Gerindra dan tokoh politik seperti Mahfud MD juga merespon berlakunya aturan Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 ini.

Sekarang tinggal dilihat bagaimana proses implementasi dan apa dampak jangka pendek maupun jangka panjang kedepannya. (KK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!