Tutup
ads 1280x400 pewarta network banner display
Pendidikan

Materi Ekonomi Kelas 10 IPS Kurikulum Merdeka: Panduan Lengkap untuk Siswa dan Guru

49
×

Materi Ekonomi Kelas 10 IPS Kurikulum Merdeka: Panduan Lengkap untuk Siswa dan Guru

Sebarkan artikel ini
Materi Ekonomi Kelas 10 IPS Kurikulum Merdeka
Materi Ekonomi Kelas 10 IPS Kurikulum Merdeka (Sumber: Ist)

KalimantanKini.com, Pendidikan – Ekonomi adalah salah satu ilmu sosial yang mempelajari perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Ilmu ekonomi sangat penting untuk dipelajari karena berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan, seperti produksi, distribusi, konsumsi, pertumbuhan, kemiskinan, dan lain-lain.

Bagi siswa dan guru kelas 10 IPS, ilmu ekonomi merupakan salah satu mata pelajaran yang harus dikuasai. Namun, tidak semua orang mudah memahami materi ekonomi yang cukup kompleks dan abstrak.

Apalagi, dengan adanya perubahan kurikulum yang mengharuskan siswa dan guru untuk lebih mandiri dan kreatif dalam belajar dan mengajar.

Materi Ekonomi Kelas 10 IPS Kurikulum Merdeka

Oleh karena itu, artikel ini akan membantu kamu untuk mempelajari materi ekonomi kelas 10 IPS kurikulum merdeka dengan lebih mudah dan menyenangkan.

Artikel ini akan membahas secara lengkap dan sistematis materi ekonomi kelas 10 IPS semester 1 dan semester 2, beserta contoh soal dan pembahasannya.

Artikel ini juga akan memberikan tips dan trik untuk belajar dan mengajar ekonomi dengan lebih efektif dan efisien, serta sumber-sumber bacaan dan referensi yang dapat kamu gunakan untuk memperdalam pemahamanmu tentang ilmu ekonomi.

Pengantar Ilmu Ekonomi

Pada bagian ini, kamu akan mempelajari tentang pengertian, sejarah, ruang lingkup, dan pembagian ilmu ekonomi. Kamu juga akan mempelajari tentang konsep-konsep dasar ilmu ekonomi, seperti kebutuhan, kelangkaan, biaya peluang, skala prioritas, dan literasi keuangan.

Pengertian Ilmu Ekonomi

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menggunakan sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas.

Ilmu ekonomi juga mempelajari bagaimana manusia berinteraksi satu sama lain dalam kegiatan ekonomi, seperti produksi, distribusi, konsumsi, dan pertukaran barang dan jasa.

Ilmu ekonomi berasal dari kata “oikonomia” yang dalam bahasa Yunani berarti “pengelolaan rumah tangga”. Ilmu ekonomi mulai berkembang sejak zaman Yunani kuno, ketika para filsuf seperti Aristoteles, Plato, dan Xenophon mulai memikirkan tentang masalah-masalah ekonomi, seperti kekayaan, nilai, harga, distribusi, dan keadilan.

Ilmu ekonomi semakin berkembang seiring dengan perkembangan sejarah dan peradaban manusia. Beberapa tokoh yang berpengaruh dalam perkembangan ilmu ekonomi antara lain Adam Smith, David Ricardo, Thomas Malthus, Karl Marx, John Maynard Keynes, Milton Friedman, dan Paul Samuelson.

Sejarah Ilmu Ekonomi

Sejarah ilmu ekonomi dapat dibagi menjadi beberapa periode, yaitu:

  • Periode Klasik (Abad 18-19)

Periode ini ditandai dengan munculnya buku “The Wealth of Nations” karya Adam Smith yang dianggap sebagai buku pertama tentang ilmu ekonomi.

Tokoh-tokoh periode ini antara lain David Ricardo, Thomas Malthus, Jean-Baptiste Say, dan John Stuart Mill. Mereka mempelajari tentang kekuatan pasar, hukum permintaan dan penawaran, teori nilai, teori pertumbuhan, dan teori perdagangan internasional.

  • Periode Marxisme (Abad 19)

Periode ini ditandai dengan munculnya buku “Das Kapital” karya Karl Marx yang mengkritik sistem kapitalisme dan mengusulkan sistem sosialisme.

Tokoh-tokoh periode ini antara lain Friedrich Engels, Vladimir Lenin, dan Joseph Stalin. Mereka mempelajari tentang kelas sosial, surplus value, eksploitasi, revolusi, dan perencanaan ekonomi.

  • Periode Neoklasik (Akhir Abad 19 – Awal Abad 20)

Periode ini ditandai dengan munculnya pendekatan marginal dalam ilmu ekonomi yang mengasumsikan bahwa manusia adalah makhluk rasional yang berusaha memaksimalkan kepuasan (utilitas).

Tokoh-tokoh periode ini antara lain Leon Walras, Alfred Marshall, Vilfredo Pareto, dan John Hicks. Mereka mempelajari tentang teori konsumen, teori produsen, teori keseimbangan umum, teori kesejahteraan, dan teori elastisitas.

  • Periode Keynesianisme (Abad 20)

Periode ini ditandai dengan munculnya buku “The General Theory of Employment, Interest and Money” karya John Maynard Keynes yang mengkritik pendekatan neoklasik dan mengusulkan intervensi pemerintah dalam perekonomian.

Tokoh-tokoh periode ini antara lain John Hicks, Paul Samuelson, James Tobin, dan Robert Solow. Mereka mempelajari tentang agregat demand, agregat supply, multiplier, defisit anggaran, kebijakan fiskal, dan kebijakan moneter.

  • Periode Monetarisme (Abad 20)

Periode ini ditandai dengan munculnya aliran pemikiran yang menekankan peran uang dalam perekonomian dan mengkritik kebijakan fiskal pemerintah.

Tokoh-tokoh periode ini antara lain Milton Friedman, Anna Schwartz, dan Robert Lucas. Mereka mempelajari tentang kuantitas uang, inflasi, ekspektasi rasional, dan kebijakan moneter.

  • Periode Ekonomi Modern (Abad 21)

Periode ini ditandai dengan munculnya berbagai cabang dan aliran ilmu ekonomi yang mencoba menjawab berbagai masalah ekonomi kontemporer.

Beberapa cabang dan aliran ilmu ekonomi modern antara lain ekonomi mikro, ekonomi makro, ekonomi matematika, ekonomi statistika, ekonomi perilaku, ekonomi eksperimental, ekonomi informasi, ekonomi institusional, ekonomi lingkungan, ekonomi pembangunan, ekonomi internasional, dan ekonomi Islam.

Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi

Ruang lingkup ilmu ekonomi dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Ekonomi Mikro: cabang ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku ekonomi individu, seperti konsumen, produsen, pekerja, dan pemilik modal. Ekonomi mikro juga mempelajari tentang pasar, harga, permintaan, penawaran, biaya, produksi, laba, dan keseimbangan pasar.
  • Ekonomi Makro: cabang ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku ekonomi agregat, seperti pendapatan nasional, pengangguran, inflasi, pertumbuhan ekonomi, neraca pembayaran, nilai tukar, dan kebijakan ekonomi makro.

Pembagian Ilmu Ekonomi

Ilmu ekonomi dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Ekonomi Normatif: ilmu ekonomi yang berdasarkan pada nilai-nilai, norma, etika, dan keadilan. Ekonomi normatif bersifat subjektif dan tidak dapat diuji secara empiris. Contoh pertanyaan ekonomi normatif adalah: Apakah pemerintah harus menaikkan upah minimum? Apakah pajak harus progresif? Apakah subsidi harus diberikan kepada petani?
  • Ekonomi Positif: ilmu ekonomi yang berdasarkan pada fakta, data, teori, dan analisis. Ekonomi positif bersifat objektif dan dapat diuji secara empiris. Contoh pertanyaan ekonomi positif adalah: Bagaimana pengaruh upah minimum terhadap pengangguran? Bagaimana pengaruh pajak terhadap pendapatan nasional? Bagaimana pengaruh subsidi terhadap harga pasar?

Konsep-Konsep Dasar Ilmu Ekonomi

Pada bagian ini, kamu akan mempelajari tentang konsep-konsep dasar ilmu ekonomi, yaitu:

  • Kebutuhan: adalah segala sesuatu yang diperlukan manusia untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidupnya. Kebutuhan dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu kebutuhan primer (pokok), kebutuhan sekunder (tambahan), dan kebutuhan tersier (mewah).
  • Kelangkaan: adalah ketidakseimbangan antara ketersediaan sumber daya yang terbatas dengan kebutuhan yang tidak terbatas. Kelangkaan merupakan masalah pokok ilmu ekonomi, karena mengharuskan manusia untuk membuat pilihan dan mengorbankan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain.
  • Biaya Peluang: adalah nilai atau manfaat yang hilang dari pilihan terbaik yang tidak dipilih. Biaya peluang merupakan ukuran dari pengorbanan yang dilakukan manusia dalam menghadapi kelangkaan. Biaya peluang dapat dihitung dengan rumus: Biaya Peluang = Nilai Pilihan Terbaik yang Tidak Dipilih – Nilai Pilihan yang Dipilih.
  • Skala Prioritas: adalah urutan atau tingkatan kebutuhan yang harus dipenuhi manusia berdasarkan tingkat kepentingannya. Skala prioritas membantu manusia untuk membuat pilihan yang rasional dan efisien dalam mengalokasikan sumber daya yang terbatas. Skala prioritas dapat dibuat dengan menggunakan prinsip-prinsip seperti kebutuhan darurat, kebutuhan mendesak, kebutuhan penting, dan kebutuhan tidak penting.
  • Literasi Keuangan: adalah kemampuan untuk memahami dan mengelola keuangan pribadi atau keluarga dengan baik. Literasi keuangan meliputi pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku yang berkaitan dengan penghasilan, pengeluaran, tabungan, investasi, utang, asuransi, dan perencanaan keuangan. Literasi keuangan sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan menghindari masalah keuangan.

Kegiatan Ekonomi

Pada bagian ini, kamu akan mempelajari tentang kegiatan ekonomi, yaitu:

  • Produksi: adalah proses mengubah sumber daya alam, tenaga kerja, modal, dan teknologi menjadi barang dan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan manusia. Produksi dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu produksi primer (menghasilkan bahan mentah), produksi sekunder (mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau jadi), dan produksi tersier (menyediakan jasa).
  • Distribusi: adalah proses menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen melalui berbagai saluran, seperti pasar, toko, supermarket, online, dan lain-lain. Distribusi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu distribusi langsung (tanpa perantara) dan distribusi tidak langsung (dengan perantara).
  • Konsumsi: adalah proses menggunakan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Konsumsi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu konsumsi langsung (menggunakan barang dan jasa untuk kepentingan sendiri) dan konsumsi tidak langsung (menggunakan barang dan jasa untuk kepentingan orang lain).
  • Pertukaran: adalah proses menukar barang dan jasa antara produsen dan konsumen dengan menggunakan alat tukar, seperti uang, barter, kredit, dan lain-lain. Pertukaran dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pertukaran bilateral (antara dua pihak) dan pertukaran multilateral (antara lebih dari dua pihak).

Pasar dan Terbentuknya Harga Pasar

Pada bagian ini, kamu akan mempelajari tentang pasar dan terbentuknya harga pasar, yaitu:

  • Pasar: adalah tempat atau mekanisme yang mempertemukan penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli barang dan jasa. Pasar dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu pasar barang (menjual barang), pasar jasa (menjual jasa), pasar faktor produksi (menjual sumber daya), pasar uang (menjual uang), pasar modal (menjual saham), dan pasar valuta asing (menjual mata uang asing).
  • Harga Pasar: adalah nilai tukar barang dan jasa yang disepakati oleh penjual dan pembeli di pasar. Harga pasar ditentukan oleh hukum permintaan dan penawaran, yaitu: jika permintaan naik dan penawaran tetap, maka harga naik; jika permintaan turun dan penawaran tetap, maka harga turun; jika permintaan tetap dan penawaran naik, maka harga turun; jika permintaan tetap dan penawaran turun, maka harga naik; jika permintaan dan penawaran sama, maka harga mencapai keseimbangan.
  • Permintaan: adalah jumlah barang dan jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga dalam periode tertentu. Permintaan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: harga barang itu sendiri, harga barang lain, pendapatan konsumen, selera konsumen, dan ekspektasi konsumen. Permintaan memiliki hubungan negatif dengan harga, yaitu: jika harga naik, maka permintaan turun; jika harga turun, maka permintaan naik. Hubungan ini dapat digambarkan dengan kurva permintaan yang miring ke bawah dari kiri ke kanan.
  • Penawaran: adalah jumlah barang dan jasa yang ingin dan mampu dijual oleh produsen pada berbagai tingkat harga dalam periode tertentu. Penawaran dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: harga barang itu sendiri, harga faktor produksi, teknologi, jumlah produsen, dan ekspektasi produsen. Penawaran memiliki hubungan positif dengan harga, yaitu: jika harga naik, maka penawaran naik; jika harga turun, maka penawaran turun. Hubungan ini dapat digambarkan dengan kurva penawaran yang miring ke atas dari kiri ke kanan.

Sistem Ekonomi

Pada bagian ini, kamu akan mempelajari tentang sistem ekonomi, yaitu:

  • Sistem Ekonomi: adalah cara atau mekanisme yang digunakan oleh suatu masyarakat untuk menjawab tiga pertanyaan pokok ekonomi, yaitu: apa yang diproduksi, bagaimana cara memproduksinya, dan untuk siapa barang dan jasa itu diproduksi. Sistem ekonomi dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu sistem ekonomi tradisional, sistem ekonomi komando, dan sistem ekonomi pasar.
  • Sistem Ekonomi Tradisional: adalah sistem ekonomi yang berdasarkan pada adat istiadat, kebiasaan, dan tradisi yang turun temurun dalam masyarakat. Sistem ekonomi tradisional biasanya ditemukan di masyarakat agraris, pedesaan, atau primitif. Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional antara lain: sumber daya alam menjadi faktor produksi utama, produksi bersifat subsisten, distribusi bersifat gotong royong, konsumsi bersifat sederhana, dan pertukaran bersifat barter.
  • Sistem Ekonomi Komando: adalah sistem ekonomi yang berdasarkan pada perintah atau keputusan otoritas pusat, seperti pemerintah, partai, atau pemimpin. Sistem ekonomi komando biasanya ditemukan di negara-negara sosialis, komunis, atau totaliter. Ciri-ciri sistem ekonomi komando antara lain: sumber daya alam menjadi milik negara, produksi diatur oleh rencana lima tahunan, distribusi diatur oleh kuota dan subsidi, konsumsi diatur oleh ransum dan kupon, dan pertukaran diatur oleh harga tetap.
  • Sistem Ekonomi Pasar: adalah sistem ekonomi yang berdasarkan pada kebebasan atau keputusan individu, seperti konsumen, produsen, dan pemilik sumber daya. Sistem ekonomi pasar biasanya ditemukan di negara-negara kapitalis, demokratis, atau liberal. Ciri-ciri sistem ekonomi pasar antara lain: sumber daya alam menjadi milik individu, produksi ditentukan oleh permintaan dan penawaran, distribusi ditentukan oleh harga dan pendapatan, konsumsi ditentukan oleh preferensi dan anggaran, dan pertukaran ditentukan oleh mekanisme pasar.

Perekonomian Indonesia

Pada bagian ini, kamu akan mempelajari tentang perekonomian Indonesia, yaitu:

  • Sejarah Perekonomian Indonesia: adalah rangkaian peristiwa yang berkaitan dengan perkembangan ekonomi Indonesia sejak masa pra-kolonial hingga masa kini. Sejarah perekonomian Indonesia dapat dibagi menjadi beberapa periode, yaitu: periode pra-kolonial (sebelum abad 16), periode kolonial (abad 16-20), periode kemerdekaan (1945-1965), periode Orde Lama (1965-1966), periode Orde Baru (1966-1998), periode Reformasi (1998-sekarang).
  • Struktur Perekonomian Indonesia: adalah susunan atau komposisi sektor-sektor ekonomi yang ada di Indonesia berdasarkan kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Struktur perekonomian Indonesia dapat dibagi menjadi tiga sektor, yaitu: sektor primer (pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, dan pertambangan), sektor sekunder (industri pengolahan, konstruksi, listrik, gas, dan air), dan sektor tersier (perdagangan, transportasi, komunikasi, keuangan, jasa, dan pemerintahan).
  • Sistem Ekonomi Indonesia: adalah sistem ekonomi yang dianut oleh Indonesia dalam menjalankan kegiatan ekonominya. Sistem ekonomi Indonesia berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945, yang mengandung nilai-nilai demokrasi, kesejahteraan, keadilan, kemandirian, dan kerakyatan. Sistem ekonomi Indonesia dapat dikategorikan sebagai sistem ekonomi campuran, yaitu sistem ekonomi yang menggabungkan unsur-unsur sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi komando.
  • Kebijakan Ekonomi Indonesia: adalah rencana atau tindakan yang diambil oleh pemerintah Indonesia untuk mencapai tujuan-tujuan ekonomi nasional, seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, keseimbangan neraca pembayaran, distribusi pendapatan, dan peningkatan kesejahteraan. Kebijakan ekonomi Indonesia dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: kebijakan ekonomi makro (kebijakan fiskal, kebijakan moneter, kebijakan anggaran, dan kebijakan hutang) dan kebijakan ekonomi mikro (kebijakan industri, kebijakan perdagangan, kebijakan investasi, dan kebijakan lingkungan).

Permasalahan Ekonomi Makro

Pada bagian ini, kamu akan mempelajari tentang permasalahan ekonomi makro, yaitu:

  • Pendapatan Nasional: adalah jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh faktor produksi yang dimiliki oleh suatu negara dalam periode tertentu. Pendapatan nasional dapat dihitung dengan tiga cara, yaitu: metode produksi (menjumlahkan nilai tambah dari semua sektor ekonomi), metode pendapatan (menjumlahkan pendapatan dari semua faktor produksi), dan metode pengeluaran (menjumlahkan pengeluaran dari semua pelaku ekonomi). Pendapatan nasional dapat digunakan untuk mengukur besarnya perekonomian, tingkat pertumbuhan ekonomi, dan tingkat kesejahteraan masyarakat.
  • Pengangguran: adalah keadaan di mana seseorang yang mampu dan mau bekerja tidak mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi dan keinginannya. Pengangguran dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu: pengangguran terbuka (tidak bekerja sama sekali), pengangguran terselubung (bekerja kurang dari waktu penuh), pengangguran siklis (disebabkan oleh kontraksi ekonomi), pengangguran struktural (disebabkan oleh ketidaksesuaian antara kualifikasi dan permintaan pasar), pengangguran friksional (disebabkan oleh proses pencarian pekerjaan), dan pengangguran sukarela (disebabkan oleh pilihan sendiri). Pengangguran dapat digunakan untuk mengukur tingkat penggunaan sumber daya, tingkat kemiskinan, dan tingkat kriminalitas.
  • Inflasi: adalah kenaikan umum harga barang dan jasa dalam periode tertentu. Inflasi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu: inflasi permintaan (disebabkan oleh peningkatan permintaan melebihi penawaran), inflasi biaya (disebabkan oleh peningkatan biaya produksi), inflasi struktural (disebabkan oleh ketidakseimbangan antara sektor pertanian dan industri), inflasi impor (disebabkan oleh kenaikan harga barang impor), dan inflasi uang (disebabkan oleh peningkatan jumlah uang beredar). Inflasi dapat digunakan untuk mengukur tingkat daya beli, tingkat nilai tukar, dan tingkat stabilitas harga.

Kebijakan Ekonomi Makro

Pada bagian ini, kamu akan mempelajari tentang kebijakan ekonomi makro, yaitu:

  • Kebijakan Fiskal: adalah kebijakan yang berkaitan dengan pengeluaran dan penerimaan pemerintah dalam anggaran negara. Kebijakan fiskal dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: kebijakan fiskal ekspansif (meningkatkan pengeluaran pemerintah dan/atau menurunkan penerimaan pemerintah) dan kebijakan fiskal kontraktif (menurunkan pengeluaran pemerintah dan/atau meningkatkan penerimaan pemerintah). Kebijakan fiskal dapat digunakan untuk mengatur tingkat pendapatan nasional, pengangguran, dan inflasi.
  • Kebijakan Moneter: adalah kebijakan yang berkaitan dengan jumlah uang beredar dan tingkat suku bunga dalam perekonomian. Kebijakan moneter dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: kebijakan moneter ekspansif (meningkatkan jumlah uang beredar dan/atau menurunkan tingkat suku bunga) dan kebijakan moneter kontraktif (menurunkan jumlah uang beredar dan/atau meningkatkan tingkat suku bunga). Kebijakan moneter dapat digunakan untuk mengatur tingkat likuiditas, investasi, dan inflasi.
  • Kebijakan Anggaran: adalah kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan defisit dan surplus anggaran negara. Kebijakan anggaran dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: kebijakan anggaran berimbang (menyamakan pengeluaran dan penerimaan pemerintah), kebijakan anggaran defisit (menjadikan pengeluaran pemerintah lebih besar dari penerimaan pemerintah), dan kebijakan anggaran surplus (menjadikan pengeluaran pemerintah lebih kecil dari penerimaan pemerintah). Kebijakan anggaran dapat digunakan untuk mengatur tingkat hutang, tabungan, dan pertumbuhan ekonomi.
  • Kebijakan Hutang: adalah kebijakan yang berkaitan dengan pengambilan, penggunaan, dan pembayaran hutang negara. Kebijakan hutang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: kebijakan hutang dalam negeri (mengambil hutang dari sumber-sumber dalam negeri, seperti bank, lembaga keuangan, atau masyarakat) dan kebijakan hutang luar negeri (mengambil hutang dari sumber-sumber luar negeri, seperti negara lain, lembaga internasional, atau swasta asing). Kebijakan hutang dapat digunakan untuk mengatur tingkat pembiayaan, bunga, dan ketergantungan ekonomi.

Perdagangan Internasional

Pada bagian ini, kamu akan mempelajari tentang perdagangan internasional, yaitu:

  • Perdagangan Internasional: adalah kegiatan jual beli barang dan jasa antara negara-negara di dunia. Perdagangan internasional dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: perdagangan bebas (menjual barang antara negara-negara) dan perdagangan jasa (menjual jasa antara negara-negara). Perdagangan internasional dapat memberikan manfaat, seperti: meningkatkan efisiensi, memperluas pasar, meningkatkan kesejahteraan, memperkaya budaya, dan meningkatkan kerjasama.

Teori Perdagangan Internasional

Teori perdagangan internasional adalah kumpulan pemikiran atau konsep yang menjelaskan mengapa dan bagaimana perdagangan internasional terjadi. Teori perdagangan internasional dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Teori Mercantilisme: adalah teori yang menyatakan bahwa tujuan utama perdagangan internasional adalah untuk meningkatkan kekayaan dan kekuasaan negara dengan cara meningkatkan ekspor dan mengurangi impor. Teori ini menganut prinsip zero-sum game, yaitu: jika satu negara untung, maka negara lain rugi. Teori ini berkembang pada abad 16-18, ketika negara-negara Eropa bersaing untuk mendapatkan sumber daya dan koloni di dunia.
  • Teori Keunggulan Mutlak: adalah teori yang menyatakan bahwa perdagangan internasional terjadi karena adanya perbedaan kemampuan atau produktivitas antara negara-negara dalam memproduksi barang dan jasa. Teori ini menganut prinsip positive-sum game, yaitu: jika semua negara berdagang, maka semua negara akan untung. Teori ini dikemukakan oleh Adam Smith pada abad 18, yang mengkritik teori mercantilisme dan mengusulkan konsep pasar bebas dan laissez-faire.
  • Teori Keunggulan Komparatif: adalah teori yang menyatakan bahwa perdagangan internasional terjadi karena adanya perbedaan biaya peluang antara negara-negara dalam memproduksi barang dan jasa. Teori ini menyempurnakan teori keunggulan mutlak dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain, seperti sumber daya, teknologi, dan preferensi. Teori ini dikemukakan oleh David Ricardo pada abad 19, yang mengembangkan konsep nilai kerja dan distribusi pendapatan.
  • Teori Faktor Proporsi: adalah teori yang menyatakan bahwa perdagangan internasional terjadi karena adanya perbedaan proporsi atau ketersediaan faktor produksi antara negara-negara. Teori ini menyederhanakan teori keunggulan komparatif dengan mengasumsikan bahwa hanya ada dua negara, dua barang, dan dua faktor produksi (tenaga kerja dan modal). Teori ini dikemukakan oleh Eli Heckscher dan Bertil Ohlin pada abad 20, yang mengembangkan konsep substitusi dan komplementaritas faktor produksi.
  • Teori Siklus Produk: adalah teori yang menyatakan bahwa perdagangan internasional terjadi karena adanya perubahan tahap atau siklus produk dari waktu ke waktu. Teori ini mengasumsikan bahwa ada empat tahap produk, yaitu: tahap inovasi (produk baru diciptakan di negara maju), tahap pertumbuhan (produk mulai diekspor ke negara berkembang), tahap kematangan (produk mulai diimpor dari negara berkembang), dan tahap penurunan (produk menjadi usang dan digantikan oleh produk baru). Teori ini dikemukakan oleh Raymond Vernon pada abad 20, yang mengembangkan konsep diferensiasi produk dan standarisasi produk.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perdagangan Internasional

Faktor-faktor yang mempengaruhi perdagangan internasional adalah hal-hal yang dapat meningkatkan atau mengurangi aliran barang dan jasa antara negara-negara. Faktor-faktor yang mempengaruhi perdagangan internasional dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Faktor Pendorong: adalah faktor-faktor yang dapat meningkatkan perdagangan internasional, seperti: perbedaan sumber daya, perbedaan selera, perbedaan musim, perbedaan skala ekonomi, perbedaan teknologi, perbedaan biaya produksi, perbedaan harga, perbedaan pendapatan, perbedaan kurs, perbedaan tarif, perbedaan transportasi, perbedaan komunikasi, dan perbedaan integrasi ekonomi.
  • Faktor Penghambat: adalah faktor-faktor yang dapat mengurangi perdagangan internasional, seperti: kesamaan sumber daya, kesamaan selera, kesamaan musim, kesamaan skala ekonomi, kesamaan teknologi, kesamaan biaya produksi, kesamaan harga, kesamaan pendapatan, kesamaan kurs, kesamaan tarif, kesamaan transportasi, kesamaan komunikasi, dan kesamaan integrasi ekonomi.

Dampak Perdagangan Internasional

Dampak perdagangan internasional adalah akibat atau konsekuensi yang ditimbulkan oleh perdagangan internasional bagi negara-negara yang terlibat. Dampak perdagangan internasional dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Dampak Positif: adalah dampak yang menguntungkan atau meningkatkan kesejahteraan negara-negara yang terlibat, seperti: meningkatkan efisiensi, memperluas pasar, meningkatkan kesejahteraan, memperkaya budaya, dan meningkatkan kerjasama.
  • Dampak Negatif: adalah dampak yang merugikan atau menurunkan kesejahteraan negara-negara yang terlibat, seperti: menimbulkan defisit perdagangan, menimbulkan dumping, menimbulkan deindustrialisasi, menimbulkan ketergantungan, dan menimbulkan konflik.

Pembangunan Ekonomi

Pada bagian ini, kamu akan mempelajari tentang pembangunan ekonomi, yaitu:

  • Pembangunan Ekonomi: adalah proses perubahan atau peningkatan kondisi ekonomi suatu negara atau daerah dari keadaan yang kurang baik menjadi lebih baik. Pembangunan ekonomi dapat diukur dengan berbagai indikator, seperti: pertumbuhan ekonomi, pendapatan per kapita, indeks pembangunan manusia, indeks kemajuan sosial, indeks kebahagiaan, dan lain-lain. Pembangunan ekonomi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti: sumber daya alam, sumber daya manusia, modal, teknologi, institusi, lingkungan, dan globalisasi.
  • Teori Pembangunan Ekonomi: adalah kumpulan pemikiran atau konsep yang menjelaskan mengapa dan bagaimana pembangunan ekonomi terjadi. Teori pembangunan ekonomi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:
    • Teori Klasik: adalah teori yang menyatakan bahwa pembangunan ekonomi terjadi karena adanya akumulasi modal, peningkatan produktivitas, dan perluasan pasar. Teori ini dikemukakan oleh Adam Smith, David Ricardo, dan Thomas Malthus pada abad 18-19, yang mengembangkan konsep keunggulan mutlak, keunggulan komparatif, dan hukum penduduk.
    • Teori Marxisme: adalah teori yang menyatakan bahwa pembangunan ekonomi terjadi karena adanya konflik kelas, surplus value, dan revolusi sosial. Teori ini dikemukakan oleh Karl Marx, Friedrich Engels, dan Vladimir Lenin pada abad 19-20, yang mengembangkan konsep kelas sosial, nilai kerja, dan sosialisme.
    • Teori Neoklasik: adalah teori yang menyatakan bahwa pembangunan ekonomi terjadi karena adanya alokasi sumber daya yang optimal, pertumbuhan keseimbangan, dan konvergensi pendapatan. Teori ini dikemukakan oleh Alfred Marshall, Arthur Lewis, dan Robert Solow pada abad 20, yang mengembangkan konsep utilitas marjinal, dualisme ekonomi, dan fungsi produksi agregat.
    • Teori Strukturalis: adalah teori yang menyatakan bahwa pembangunan ekonomi terjadi karena adanya perubahan struktur ekonomi, diversifikasi sektor, dan industrialisasi. Teori ini dikemukakan oleh Raul Prebisch, Hans Singer, dan Gunnar Myrdal pada abad 20, yang mengembangkan konsep pusat dan pinggiran, terms of trade, dan keterbelakangan.
    • Teori Dependensi: adalah teori yang menyatakan bahwa pembangunan ekonomi terhambat karena adanya dominasi, eksploitasi, dan ketidakadilan dari negara-negara maju terhadap negara-negara berkembang. Teori ini dikemukakan oleh Andre Gunder Frank, Immanuel Wallerstein, dan Samir Amin pada abad 20, yang mengembangkan konsep metropolis dan satelit, sistem dunia, dan sentrum dan periferi.
  • Teori Pertumbuhan Endogen: adalah teori yang menyatakan bahwa pembangunan ekonomi terjadi karena adanya peningkatan modal manusia, pengetahuan, dan inovasi yang berasal dari dalam perekonomian itu sendiri. Teori ini dikemukakan oleh Paul Romer, Robert Lucas, dan Robert Barro pada abad 20, yang mengembangkan konsep returns to scale, learning by doing, dan conditional convergence.
  • Teori Pembangunan Manusia: adalah teori yang menyatakan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya terbatas pada pertumbuhan pendapatan, tetapi juga meliputi peningkatan kualitas hidup manusia, seperti kesehatan, pendidikan, kebebasan, dan partisipasi. Teori ini dikemukakan oleh Mahbub ul Haq, Amartya Sen, dan Martha Nussbaum pada abad 20-21, yang mengembangkan konsep indeks pembangunan manusia, kapabilitas, dan fungsi.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembangunan Ekonomi

Faktor-faktor yang mempengaruhi pembangunan ekonomi adalah hal-hal yang dapat meningkatkan atau mengurangi kemampuan suatu negara atau daerah untuk mencapai pembangunan ekonomi. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembangunan ekonomi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Faktor Internal: adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam negara atau daerah itu sendiri, seperti: sumber daya alam, sumber daya manusia, modal, teknologi, institusi, lingkungan, dan budaya.
  • Faktor Eksternal: adalah faktor-faktor yang berasal dari luar negara atau daerah itu sendiri, seperti: perdagangan internasional, investasi asing, bantuan asing, utang luar negeri, globalisasi, dan integrasi ekonomi.

Dampak Pembangunan Ekonomi

Dampak pembangunan ekonomi adalah akibat atau konsekuensi yang ditimbulkan oleh pembangunan ekonomi bagi negara atau daerah yang melaksanakannya. Dampak pembangunan ekonomi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Dampak Positif: adalah dampak yang menguntungkan atau meningkatkan kesejahteraan negara atau daerah yang melaksanakan pembangunan ekonomi, seperti: meningkatkan pendapatan, meningkatkan kualitas hidup, meningkatkan kesempatan kerja, meningkatkan infrastruktur, meningkatkan pendidikan, dan meningkatkan kesehatan.
  • Dampak Negatif: adalah dampak yang merugikan atau menurunkan kesejahteraan negara atau daerah yang melaksanakan pembangunan ekonomi, seperti: menimbulkan ketimpangan, menimbulkan inflasi, menimbulkan korupsi, menimbulkan pencemaran, menimbulkan kerusakan lingkungan, dan menimbulkan konflik sosial.

Ekonomi Lingkungan

Pada bagian ini, kamu akan mempelajari tentang ekonomi lingkungan, yaitu:

  • Ekonomi Lingkungan: adalah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari hubungan antara aktivitas ekonomi dan lingkungan hidup. Ekonomi lingkungan bertujuan untuk mencari solusi bagi masalah-masalah lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan ekonomi, seperti: pemanasan global, perubahan iklim, polusi udara, polusi air, polusi tanah, kerusakan hutan, kepunahan spesies, dan lain-lain.
  • Teori Ekonomi Lingkungan: adalah kumpulan pemikiran atau konsep yang menjelaskan mengapa dan bagaimana masalah-masalah lingkungan terjadi dan dapat diselesaikan. Teori ekonomi lingkungan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:
    • Teori Eksternalitas: adalah teori yang menyatakan bahwa masalah lingkungan terjadi karena adanya biaya atau manfaat yang tidak ditanggung oleh pelaku ekonomi yang menyebabkannya, tetapi ditimpakan kepada pihak lain. Teori ini dikemukakan oleh Arthur Pigou pada abad 20, yang mengembangkan konsep biaya sosial, biaya swasta, biaya marginal, dan pajak pigouvian.
    • Teori Barang Publik: adalah teori yang menyatakan bahwa masalah lingkungan terjadi karena adanya barang-barang yang memiliki karakteristik non-rival dan non-eksklusif, sehingga menyebabkan masalah free rider dan tragedi kepemilikan bersama. Teori ini dikemukakan oleh Paul Samuelson dan Mancur Olson pada abad 20, yang mengembangkan konsep barang publik, barang privat, barang klub, dan barang umum.
    • Teori Hak Milik: adalah teori yang menyatakan bahwa masalah lingkungan terjadi karena adanya ketidakjelasan atau ketidakefisienan dalam penentuan dan penegakan hak milik atas sumber daya alam. Teori ini dikemukakan oleh Ronald Coase dan Elinor Ostrom pada abad 20, yang mengembangkan konsep teorema Coase, biaya transaksi, hak milik kolektif, dan sistem manajemen sumber daya lokal.
    • Teori Nilai Lingkungan: adalah teori yang menyatakan bahwa masalah lingkungan terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara nilai ekonomi dan nilai lingkungan. Teori ini dikemukakan oleh John Krutilla dan Robert Solow pada abad 20, yang mengembangkan konsep nilai guna, nilai opsi, nilai keberadaan, nilai warisan, dan nilai total.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ekonomi Lingkungan

Faktor-faktor yang mempengaruhi ekonomi lingkungan adalah hal-hal yang dapat meningkatkan atau mengurangi kualitas lingkungan hidup akibat aktivitas ekonomi. Faktor-faktor yang mempengaruhi ekonomi lingkungan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Faktor Penyebab: adalah faktor-faktor yang dapat menimbulkan masalah lingkungan akibat aktivitas ekonomi, seperti: pertumbuhan penduduk, pertumbuhan ekonomi, urbanisasi, industrialisasi, konsumsi, produksi, perdagangan, dan teknologi.
  • Faktor Penyelesaian: adalah faktor-faktor yang dapat menyelesaikan masalah lingkungan akibat aktivitas ekonomi, seperti: kesadaran lingkungan, pendidikan lingkungan, regulasi lingkungan, insentif lingkungan, pasar lingkungan, partisipasi lingkungan, kerjasama lingkungan, dan inovasi lingkungan.

Dampak Ekonomi Lingkungan

Dampak ekonomi lingkungan adalah akibat atau konsekuensi yang ditimbulkan oleh aktivitas ekonomi bagi lingkungan hidup. Dampak ekonomi lingkungan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Dampak Positif: adalah dampak yang menguntungkan atau meningkatkan kualitas lingkungan hidup akibat aktivitas ekonomi, seperti: peningkatan efisiensi sumber daya, peningkatan konservasi sumber daya, peningkatan restorasi lingkungan, peningkatan diversitas biologis, dan peningkatan kesehatan manusia.
  • Dampak Negatif: adalah dampak yang merugikan atau menurunkan kualitas lingkungan hidup akibat aktivitas ekonomi, seperti: penurunan ketersediaan sumber daya, penurunan kualitas sumber daya, penurunan fungsi lingkungan, penurunan keindahan lingkungan, dan penurunan kenyamanan manusia.

Contoh Soal dan Pembahasan

Berikut ini adalah contoh soal dan pembahasan yang berkaitan dengan materi ekonomi kelas 10 IPS kurikulum merdeka:

Soal 1: Jelaskan pengertian dan ciri-ciri sistem ekonomi pasar!

Sistem ekonomi pasar adalah sistem ekonomi yang berdasarkan pada kebebasan atau keputusan individu, seperti konsumen, produsen, dan pemilik sumber daya. Sistem ekonomi pasar biasanya ditemukan di negara-negara kapitalis, demokratis, atau liberal.

Ciri-ciri sistem ekonomi pasar antara lain: sumber daya alam menjadi milik individu, produksi ditentukan oleh permintaan dan penawaran, distribusi ditentukan oleh harga dan pendapatan, konsumsi ditentukan oleh preferensi dan anggaran, dan pertukaran ditentukan oleh mekanisme pasar.

Soal 2: Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan!

Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan adalah hal-hal yang dapat meningkatkan atau mengurangi jumlah barang dan jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga dalam periode tertentu. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan antara lain:

  • Harga barang itu sendiri: adalah harga dari barang yang sedang dipertimbangkan. Harga barang itu sendiri memiliki hubungan negatif dengan permintaan, yaitu: jika harga naik, maka permintaan turun; jika harga turun, maka permintaan naik. Hal ini disebut sebagai hukum permintaan.
  • Harga barang lain: adalah harga dari barang yang memiliki hubungan dengan barang yang sedang dipertimbangkan. Harga barang lain dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: harga barang pengganti (substitusi) dan harga barang pelengkap (komplementer). Harga barang pengganti memiliki hubungan positif dengan permintaan, yaitu: jika harga barang pengganti naik, maka permintaan barang yang dipertimbangkan naik; jika harga barang pengganti turun, maka permintaan barang yang dipertimbangkan turun. Hal ini disebut sebagai efek substitusi. Harga barang pelengkap memiliki hubungan negatif dengan permintaan, yaitu: jika harga barang pelengkap naik, maka permintaan barang yang dipertimbangkan turun; jika harga barang pelengkap turun, maka permintaan barang yang dipertimbangkan naik. Hal ini disebut sebagai efek komplementer.
  • Pendapatan konsumen: adalah jumlah uang yang diperoleh konsumen dari berbagai sumber, seperti gaji, upah, bunga, sewa, dan lain-lain. Pendapatan konsumen dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: pendapatan nominal dan pendapatan riil. Pendapatan nominal adalah pendapatan konsumen yang diukur dengan satuan uang, sedangkan pendapatan riil adalah pendapatan konsumen yang diukur dengan satuan barang. Pendapatan konsumen memiliki hubungan positif dengan permintaan, yaitu: jika pendapatan naik, maka permintaan naik; jika pendapatan turun, maka permintaan turun. Hal ini disebut sebagai efek pendapatan.
  • Selera konsumen: adalah kecenderungan atau keinginan konsumen terhadap barang dan jasa tertentu. Selera konsumen dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti: mode, gaya hidup, iklan, informasi, pendidikan, agama, dan lain-lain. Selera konsumen memiliki hubungan positif dengan permintaan, yaitu: jika selera naik, maka permintaan naik; jika selera turun, maka permintaan turun. Hal ini disebut sebagai efek selera.
  • Ekspektasi konsumen: adalah harapan atau perkiraan konsumen terhadap kondisi ekonomi di masa depan, seperti: harga, pendapatan, ketersediaan, dan lain-lain. Ekspektasi konsumen dapat berpengaruh positif atau negatif terhadap permintaan, tergantung pada jenis barang dan jasa yang dipertimbangkan. Contoh: jika konsumen mengharapkan harga barang naik di masa depan, maka permintaan barang saat ini naik; jika konsumen mengharapkan pendapatan naik di masa depan, maka permintaan barang saat ini turun. Hal ini disebut sebagai efek ekspektasi.

Soal 3: Jelaskan pengertian dan contoh eksternalitas positif dan negatif!

Eksternalitas adalah biaya atau manfaat yang tidak ditanggung oleh pelaku ekonomi yang menyebabkannya, tetapi ditimpakan kepada pihak lain. Eksternalitas dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Eksternalitas positif: adalah manfaat yang tidak dinikmati oleh pelaku ekonomi yang menyebabkannya, tetapi dinikmati oleh pihak lain. Contoh eksternalitas positif adalah: pendidikan, vaksinasi, penanaman pohon, dan penelitian ilmiah. Eksternalitas positif menyebabkan manfaat sosial lebih besar dari manfaat swasta, sehingga terjadi kekurangan produksi atau konsumsi.
  • Eksternalitas negatif: adalah biaya yang tidak ditanggung oleh pelaku ekonomi yang menyebabkannya, tetapi ditanggung oleh pihak lain. Contoh eksternalitas negatif adalah: polusi, bising, kemacetan, dan rokok. Eksternalitas negatif menyebabkan biaya sosial lebih besar dari biaya swasta, sehingga terjadi kelebihan produksi atau konsumsi.

Soal 4: Sebutkan dan jelaskan cara-cara mengatasi eksternalitas negatif!

Cara-cara mengatasi eksternalitas negatif adalah hal-hal yang dapat mengurangi atau menghilangkan biaya yang ditimpakan kepada pihak lain akibat aktivitas ekonomi. Cara-cara mengatasi eksternalitas negatif antara lain:

  • Regulasi: adalah aturan atau hukum yang dibuat oleh pemerintah untuk mengatur atau membatasi aktivitas ekonomi yang menimbulkan eksternalitas negatif. Contoh regulasi adalah: standar emisi, larangan merokok, batas kecepatan, dan lain-lain. Regulasi dapat mengatasi eksternalitas negatif dengan cara mencegah atau menghukum pelaku ekonomi yang melanggar aturan.
  • Pajak: adalah pungutan yang dibebankan oleh pemerintah kepada pelaku ekonomi yang menimbulkan eksternalitas negatif. Contoh pajak adalah: pajak bensin, pajak rokok, pajak karbon, dan lain-lain. Pajak dapat mengatasi eksternalitas negatif dengan cara menaikkan biaya swasta sehingga sesuai dengan biaya sosial, dan mengurangi insentif untuk melakukan aktivitas ekonomi yang merugikan.
  • Subsidi: adalah bantuan yang diberikan oleh pemerintah kepada pelaku ekonomi yang mengurangi atau menghilangkan eksternalitas negatif. Contoh subsidi adalah: subsidi energi terbarukan, subsidi transportasi umum, subsidi daur ulang, dan lain-lain. Subsidi dapat mengatasi eksternalitas negatif dengan cara menurunkan biaya swasta sehingga sesuai dengan biaya sosial, dan meningkatkan insentif untuk melakukan aktivitas ekonomi yang bermanfaat.
  • Pasar: adalah mekanisme yang mempertemukan pelaku ekonomi yang menimbulkan dan yang menderita eksternalitas negatif untuk melakukan transaksi yang saling menguntungkan. Contoh pasar adalah: pasar hak polusi, pasar hak penangkapan ikan, pasar hak pemanfaatan hutan, dan lain-lain. Pasar dapat mengatasi eksternalitas negatif dengan cara menetapkan harga yang mencerminkan biaya sosial, dan mengalokasikan sumber daya secara efisien.

Soal 5: Jelaskan pengertian dan contoh dumping dan antidumping!

Dumping adalah praktik menjual barang di pasar internasional dengan harga yang lebih rendah dari harga di pasar domestik atau dari biaya produksi. Dumping dilakukan oleh produsen untuk meningkatkan pangsa pasar, mengeliminasi pesaing, atau membuang stok barang.

Contoh dumping adalah: China menjual baja dengan harga murah di Amerika Serikat, Indonesia menjual karet dengan harga murah di Eropa, dan Jepang menjual mobil dengan harga murah di Asia Tenggara.

Antidumping adalah tindakan yang diambil oleh pemerintah untuk melindungi produsen domestik dari dampak negatif dumping. Antidumping dapat berupa tarif, kuota, subsidi, atau hukum yang mengatur standar kualitas dan keselamatan barang.

Contoh antidumping adalah: Amerika Serikat memberlakukan tarif tambahan pada baja dari China, Eropa memberlakukan kuota impor pada karet dari Indonesia, dan Asia Tenggara memberlakukan subsidi pada produsen mobil lokal.

Soal 6: Jelaskan pengertian dan contoh indeks pembangunan manusia (IPM)!

Indeks pembangunan manusia (IPM) adalah salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat pembangunan ekonomi suatu negara atau daerah berdasarkan kualitas hidup manusia.

IPM dikembangkan oleh Mahbub ul Haq dan Amartya Sen pada abad 20, yang mengusulkan konsep kapabilitas dan fungsi sebagai dasar pembangunan manusia.

IPM menggabungkan tiga dimensi pembangunan manusia, yaitu: kesehatan, pendidikan, dan standar hidup. IPM dihitung dengan menggunakan tiga variabel, yaitu: harapan hidup, rata-rata lama sekolah, dan pendapatan per kapita.

IPM memiliki nilai antara 0 dan 1, di mana nilai yang lebih tinggi menunjukkan tingkat pembangunan manusia yang lebih tinggi.

Contoh IPM adalah: IPM Indonesia pada tahun 2020 adalah 0,718, yang menempati peringkat ke-107 dari 189 negara di dunia. IPM Indonesia mengalami peningkatan dari tahun 2019, yang sebesar 0,707.

IPM Indonesia terdiri dari harapan hidup sebesar 71,7 tahun, rata-rata lama sekolah sebesar 8,3 tahun, dan pendapatan per kapita sebesar 12.535 dolar AS.

Soal 7: Jelaskan pengertian dan contoh pasar hak polusi!

Pasar hak polusi adalah salah satu cara mengatasi eksternalitas negatif dengan menggunakan mekanisme pasar. Pasar hak polusi adalah pasar yang mempertemukan pelaku ekonomi yang menimbulkan dan yang menderita polusi untuk melakukan transaksi yang saling menguntungkan.

Pasar hak polusi berfungsi dengan cara menetapkan batas maksimum atau kuota polusi yang boleh dihasilkan oleh pelaku ekonomi.

Setiap pelaku ekonomi yang ingin menghasilkan polusi harus memiliki hak polusi, yaitu izin atau sertifikat yang memberikan hak untuk menghasilkan polusi dalam jumlah tertentu.

Hak polusi dapat diperoleh dengan cara dibagikan gratis oleh pemerintah, dibeli dari pemerintah, atau dibeli dari pelaku ekonomi lain yang memiliki hak polusi lebih dari yang dibutuhkan.

Contoh pasar hak polusi adalah: pasar karbon, yaitu pasar yang memperdagangkan hak untuk menghasilkan emisi gas rumah kaca, seperti karbon dioksida, metana, dan lain-lain.

Pasar karbon bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim.

Pasar karbon dapat beroperasi di tingkat nasional, regional, atau global. Salah satu pasar karbon terbesar di dunia adalah European Union Emissions Trading System (EU ETS), yang melibatkan negara-negara anggota Uni Eropa.

Soal 8: Jelaskan pengertian dan ciri-ciri sistem ekonomi komando!

Sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi yang berdasarkan pada perintah atau keputusan otoritas pusat, seperti pemerintah, partai, atau pemimpin. Sistem ekonomi komando biasanya ditemukan di negara-negara sosialis, komunis, atau totaliter.

Ciri-ciri sistem ekonomi komando antara lain: sumber daya alam menjadi milik negara, produksi diatur oleh rencana lima tahunan, distribusi diatur oleh kuota dan subsidi, konsumsi diatur oleh ransum dan kupon, dan pertukaran diatur oleh harga tetap.

Soal 9: Jelaskan pengertian dan contoh kebijakan moneter ekspansif!

Kebijakan moneter ekspansif adalah kebijakan yang berkaitan dengan peningkatan jumlah uang beredar dan/atau penurunan tingkat suku bunga dalam perekonomian. Kebijakan moneter ekspansif dilakukan oleh bank sentral, yaitu lembaga yang berwenang mengatur jumlah uang beredar dan tingkat suku bunga.

Kebijakan moneter ekspansif bertujuan untuk meningkatkan permintaan agregat, investasi, konsumsi, produksi, dan pendapatan nasional, serta menurunkan pengangguran dan deflasi.

Contoh kebijakan moneter ekspansif adalah: open market operation, yaitu operasi pasar terbuka yang dilakukan oleh bank sentral dengan cara membeli surat berharga, seperti obligasi, dari bank-bank komersial atau masyarakat.

Dengan membeli surat berharga, bank sentral menambah jumlah uang beredar di perekonomian, sehingga menurunkan tingkat suku bunga. Hal ini akan mendorong bank-bank komersial untuk memberikan kredit lebih banyak kepada pelaku ekonomi, sehingga meningkatkan aktivitas ekonomi.

Soal 10: Jelaskan pengertian dan contoh keseimbangan pasar!

Keseimbangan pasar adalah keadaan di mana jumlah barang dan jasa yang ditawarkan oleh produsen sama dengan jumlah barang dan jasa yang diminta oleh konsumen pada tingkat harga tertentu.

Keseimbangan pasar menunjukkan bahwa tidak ada kelebihan atau kekurangan barang dan jasa di pasar, sehingga tidak ada tekanan untuk mengubah harga atau kuantitas.

Contoh keseimbangan pasar adalah: pasar beras, yaitu pasar yang memperdagangkan beras sebagai salah satu komoditas pangan.

Pasar beras mencapai keseimbangan jika jumlah beras yang ditawarkan oleh petani sama dengan jumlah beras yang diminta oleh masyarakat pada harga Rp 10.000 per kg.

Pada harga ini, tidak ada kelebihan atau kekurangan beras di pasar, sehingga harga dan kuantitas beras tetap stabil. (AI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!