Tutup
ads 1280x400 pewarta network banner display
Peristiwa

Gudang Peluru TNI Meledak, Pangdam Jaya Jelaskan Penyebabnya

49
×

Gudang Peluru TNI Meledak, Pangdam Jaya Jelaskan Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
Pangdam Jaya Gelar Jumpa Pers Terkait Gudang Peluru TNI yang Meledak
Pangdam Jaya Gelar Jumpa Pers Terkait Gudang Peluru TNI yang Meledak (Sumber: Republika/Wisnu Aji Prasetiyo)

KalimantanKini.Com, Peristiwa – Kejadian meledaknya gudang peluru TNI di Ciangsana, Kabupaten Bogor, Sabtu (30/03/2024) malam sempat membuat masyarakat yang tinggal di kawasan sekitarnya kuatir efeknya bisa menyebar kemana-mana.

Menurut Panglima Kodam Jaya, Mayjen M Hasan, dalam konferensi persnya tadi malam, Sabtu (30/03/2024) menjelaskan bahwa sistem pergudangan Gudang Munisi Daerah (Gudmurah) Peralatan Kodam (Paldam) Jaya yang mengalami kebakaran sudah sangat aman.

Dirinya menambahkan, ledakan terjadi akibat reaksi kimia munisi yang labil karena banyak amunisi yang sudah kadaluwarsa. Tapi bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi tersebut tidak perlu kuatir karena sistem pergudangan sudah dibuat sesuai standarnya.

“Lokasi gudang berada di bunker dengan tanggul-tanggul pada bagian atasnya, sistem ini sengaja dibuat untuk mengamankan apabila ada ledakan ke samping. Namun untuk selongsongnya memang memungkinkan menyebar secara vertikal hingga mencapai beberapa tempat.” demikian jelasnya,

Mengutip pernyataan Mayjen M Hasan dari laman news.republika.co.id, Sabtu (30/03/2024), Beliau memastikan kondisi gudang peluru TNI yang terbakar tetap aman karena prosedur maupun sistem ini sudah sedemikian rupa.

Berdasarkan analisa yang sudah dilakukan oleh pihak internal TNI, ledakan gudang peluru TNI di Ciangsana, Kabupaten Bogor tersebut terjadi akibat munisi yang sudah kadaluwarsa. Kebakaran diawali dari gudang munisi nomor 6 yang berisikan munisi-munisi kadaluwarsa.

“Semua munisi-munisi kadaluwarsa yang berasal dari pengembalian berbagai satuan yang dilayani oleh Kodam Jaya di seluruh wilayah Jakarta, dikumpulkan di gudang tersebut. Ada sekitar 160 ribu jenis munisi maupun bahan peledak tersimpan disana,” kata Hasan.

Sebenarnya munisi-munisi tersebut sejatinya sudah dibuatkan surat untuk penghapusan dari awal tahun ini. Namun, proses untuk penghapusan itu masih berlangsung sehingga dikumpulkan terlebih dahulu dan dirapikan satu per satu.

Munculnya kepulan asap disertai dengan ledakan dan kobaran api di gudang peluru TNI tersebut diduga terjadi akibat reaksi bahan kimia yang sangat labil dari munisi-munisi kadaluwarsa tersebut. Dan karena tidak memiliki sistem listrik, maka kemungkinan kecil kebakaran disebabkan oleh faktor luar.

“Di gudang itu tidak ada sistem listrik, tidak ada apapun yang menyebabkan akibat dari luar. Tapi kemungkinan dari ateril dan munisi yang bergesek karena labil jadi menimbulkan asap dan ledakan,” demikian tutup Hasan. (DW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!