Tutup
ads 1280x400 pewarta network banner display
Hukum

Kronologis Casis Bintara TNI AL yang Dikira Keluarga Ikut Pendidikan Ternyata Dibunuh

101
×

Kronologis Casis Bintara TNI AL yang Dikira Keluarga Ikut Pendidikan Ternyata Dibunuh

Sebarkan artikel ini
Iwan Casis Bintara TNI AL yang Dibunuh
Iwan Casis Bintara TNI AL yang Dibunuh (Sumber: news.okezone.com)

KalimantanKini.Com, Hukum – Satu kisah sedih dialami keluarga Iwan Sutrisman Telaumbanua (22) ketika mengetahui bahwa anaknya yang selama ini dikira sedang mengikuti pendidikan ternyata telah tewas dibunuh setahun lalu.

Adapun oknum personil POMAL LANAL Nias bernama Serda Pom Ada telah mengakui dan terbukti melakukan pembunuhan terhadap Iwan Sutrisman Telaumbanua pada 24 Desember 2022. Saat ini pelaku telah ditangkap dan sedang dalam proses hukum.

Berawal dari Laporan Keluarga Korban

Terungkapnya kasus pembunuhan terhadap Iwan Sutrisman Telaumbanua ini bermula dari laporan pihak keluarga korban ke komandan Posal Lahewa terkait perihal korban yang tidak pernah memberi kabar sejak tahun 2022, saat mengikuti pendidikan casis Bintara TNI AL di Padang.

Mendapat laporan tersebut, langsung dilakukan penelusuran, Dandenpom Lanal Nias, Mayor Laut (PM) Afrizal mengatakan bahwa Iwan Sutrisman Telaumbanua telah dibunuh oleh Serda Pom Adan. Yang bersangkutan telah mengakui melakukan pembunuhan bersama satu orang temannya.

“Benar, pelaku telah ditahan. Pelaku lebih dari satu orang,” demikian kata Afrizal seperti dikutip dari laman MNC Portal, Jumat (29/03/2024).

Pertama Kali Bertemu pada  Saat Pendaftaran

Dari laporan Dandenpom Lanal Nias menerangkan, bahwa pertemuan korban dengan Serda Pom Adan bermula pada saat proses pembukaan pendaftaran calon Bintara TNI AL di Lanal Nias.

Antonius Paiman Telaumbanua yang merupakan saudara dari Iwan Sutrisman Telaumbanua menjumpai Serda Pom Adan, mereka sebelumnya telah saling mengenal di Gunungsitoli.

Antonius menanyakan kepada Serda Pom Adan apakah ada jalur yang bisa membantu meluluskan saudaranya Iwan, Serda Adan menjawab bisa membantu meloloskan asalkan ada uang jaminan sebesar kurang lebih Rp200 juta.

Iwan Sutrisman Telaumbanua Tidak Lulus

Pada saat mengikuti seleksi bintara gelombang II tahun 2022, ternyata Iwan Sutrisman Telaumbanua tidak lulus (TMS). Serda Adan kemudian menyarankan untuk mengikuti tes di Padang.

Pada tanggal 16 Desember 2022, Serda Adan mendatangi rumah keluarga Iwan di Desa Lahusa Idanetae dan menyampaikan kepada keluarga agar Iwan dibawa ke Padang untuk mengikuti seleksi di sana.

Nanti disana akan dibantu prosesnya oleh paman Serda Adan yang berdinas di Lantamal II Padang, keluarga Iwan Sutrisman Telaumbanua pun menyetujuinya dan bersedia menanggung segala biaya perjalanan ke Padang berangkat melalui Pelabuhan Gunungsitoli.

Serda Adan Mengatakan Iwan Lulus

Pada tanggal 22 Desember 2022, Serda Adan mengirimkan foto Iwan kepada keluarga dengan menggunakan pakai dinas lengkap dengan kondisi kepala sudah digundul.

Serda Adan menyampaikan bahwa Iwan sudah lulus dan akan segera mengikuti pendidikan di Tanjung Uban. Oleh karena itu, Serda Adan meminta kepada keluarga agar mentransfer sejumlah uang.

Pada pertengahan bulan April 2023, Serda Adan menghubungi pihak keluarga Iwan melalui WA dan meminta burung murai batu sebanyak 2 ekor. Menurutnya untuk diserahkan kepada pamannya yang berdinas di Padang. Keluarga Iwan pun membeli 2 ekor burung seharga Rp14 juta.

Setelah keluarga Iwan mendapatkan burung murai batu, lalu menghubungi serda Adan dan serda Adan datang ke rumah untuk mengambil burung untuk di bawa ke Padang.

Pada saat Serda Adan datang mengambil burung murai batu di Desa Lahusa Idanetae, Serda Adan menyampaikan kepada keluarga agar menghadiri pelantikan Iwan di Tanjung Uban pada bulan September 2023.

Pada tanggal 03 September 2023, Serda Adan menghubungi keluarga Iwan agar menghadiri pelantikan di Tanjung Uban pada Awal bulan Oktober 2023 dan meminta uang untuk ongkos berangkat ke Tanjung Uban untuk turut menghadiri pelantikan sebesar Rp3,7 juta.

Keluarga Berangkat Menghadiri Pelantikan

Pada tanggal 03 Oktober 2023, keluarga Iwan berangkat dari Lahusa Idanotae menuju ke Tanjung Uban sebanyak 4 orang untuk mengikuti acara pelantikan, antara lain:

  1. Ama Rohani Telaumbanua, Kakek dari Iwan Sutrisman Telaumbanua,
  2. Ama Pian Telaumbanua, Bapak Iwan Sutrisman Telaumbanua,
  3. Ama Princes Telaumbanua Saudara Iwan, dan
  4. Yanto Telaumbanua, Abang Iwan Sutrisman Telaumbanua.

Pada tanggal 06 Oktober 2023, keluarga Iwan tiba di Tanjung Uban dan mengubungi Serda Adan menanyakan kapan hari pelantikan.

Keluarga Terpaksa Menunggu

Serda Adan menyampaikan kepada keluarga bahwa pelantikan ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan karena Iwan terpilih sebagai pasukan khusus marinir.

Mendengar jawaban Serda Adan ini, maka pihak keluarga Iwan Sutrisman Telaumbanua menunggu kepastian selama kurang lebih 1 (satu) minggu di Tanjung Uban.

Pada tanggal 15 Oktober 2023, keluarga kembali ke Nias dan tidak memperoleh kepastian pelantikan dan keberadaan Iwan Sutrisman Telaumbanua.

Keluarga Menanyakan Kepastian

Pada bulan Januari 2024, pihak keluarga Iwan Sutrisman Telaumbanua menjumpai Serda Adan di kantor Pomal Lanal Nias untuk mempertanyakan kepastian keberadaan Iwan dan pelantikanya kapan akan dilaksanakan.

Serda Adan tidak dapat memberikan kepastian kapan pelantikan dan juga dimana keberadaan Iwan. Serda Adan mengatakan akan bertanggung jawab penuh kepada keluarga untuk Iwan.

Pada tanggal 05 Februari 2024, keluarga kembali kembali menjumpai Serda Adan di Mess Pomal Lanal Nias. Serda Adan meminta uang kepada keluarga sebesar Rp1,4 juta untuk uang pulsa menghubungi letingnya yang berada di pendidikan, namun keluarga tidak bisa juga berkomunikasi dengan Iwan.

Serda Adan Akhirnya Mengakui

Pada tanggal 25 Maret 2024, pihak keluarga Iwan menghubungi Pgs.Dan Posal Lahewa dan melaporkan permasalahan tersebut. Pada tanggal 28 Maret 2024 sekitar pukul 08.41 WIB berdasarkan pengakuan dari Serda Pom Adan di Denpom Lanal Nias, ternyata benar telah membunuh Iwan.

Menurut keterangan Serda Adan, pada tanggal 24 Desember tahun 2022 sekitar pukul 17.30 Wib Serda Pom Adan bersama seorang temannya bernama Alvin telah membunuh saudara Iwan dengan cara ditusuk dibagian perut dengan menggunakan pisau sebanyak 3 atau 4 kali.

Lokasi pembunuhan di daerah Talawi Sawahlunto, setelah itu mayatnya dibuang dijurang dangkal dekat dengan lokasi penusukan. Berdasarkan pengakuan Serda Pom Adan yang menjadi eksekutornya adalah saudara Alvin.

Menurut Mayor Laut (PM) Afrizal, saat ini pelaku telah diantar di Padang dan diproses disana karena tempat kejadian perkara (TKP) terjadi disana. Tugas kita di Pom Lanal Nias hanyalah mengungkap. (DW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!